Skip navigation


ALL ABOUTZ HACKING

–====—-====—-====—-====—-====—-====—-====—-====—-====—-===–

“Dan aku menemukan sebuah dunia diluar sana …”

[H3D87]

Kembali ke tahun 1959 ketika semua ini bermula. Tak ada yang bisa

membayangkan “EAM room” pada Building 26 MIT saat itu. Sebuah

ruangan baru di MIT, Massacusetts Institute of Technology tempat

dimana sebuah mesin yang bekerja seperti komputer tertidur pulas.

Saat itu tidak banyak orang yang dapat membayangkan sebuah mesin

pintar, sebuah komputer. Namun sebuah keberuntungan bagi beberapa

orang anak muda yang tergabung dalam ‘TECH MODEL RAILROAD CLUB’,

TMRC. Saat gerbang terbuka lebar, dan inilah saatnya untuk HACKING

dan menemukan bagaimana mesin ini bekerja.

Hacker adalah sebuah julukan bagi seorang programmer yang mampu

membuat sebuah aplikasi atau sebuah alogaritma pemecahan masalah

yang lebih baik dari pada yang telah dirancang bersama. Lebih luas

dari itu Hacker adalah orang yang bisa mengatasi keterbatasan dengan

cara yang lebih baik dan sederhana -bahkan terkesan unik-.

Seorang Hacker memiliki pola pikir yang mantap dalam menyelesaikan

permasalahan-permasalahan seputar logika dan analisa. Hal ini yang

banyak membuat Hacker melabelisasi diri sebagai seorang ‘NERD’.

Prinsip serupa yang dilakukan sebagai lompatan sosial dimana

kurangnya penghargaan masyarakat akan ‘jiwa/perilaku’ Hacker itu

sendiri.

Seiring berlalunya waktu, makna dari Hacking mulai meluas -bahkan

menyalahi- dari makna yang sebenarnya.

Hacking. Setiap maniak komputer, ‘Techno Nerd’, ‘Hackivist’,

‘Hacker’ punya pengertian tersendiri tentang Hacking.

[1] H3D87 (Penulis)

Hacking adalah suatu bentuk pola pikir dan teknik pemecahan masalah

yang lebih baik dari yang telah dirancang bersama dan terkadang

terkesan unik.

Bagi saya Hacking tidak hanya tergantung dalam konteks komputer,

software Hacking, kernel Hacking, hardware Hacking. Namun dalam

konteks dunia. Dunia adalah tempat yang indah untuk Hacking.

Perhatikan dunia, ambil suatu permasalahan dan mulai cari cara untuk

mengatasinya dengan lebih baik.

‘Perhatikan, Pelajari, Kuasai’

[H3D87]

[2] R. Kresno Aji

Hacking adalah suatu seni dalam memahami sistem operasi dan

sekaligus salah satu cara dalam mendalami sistem keamanan jaringan,

sehingga kita bisa menemukan cara yang lebih baik dalam mengamankan

sistem dan jaringan.

(Terima kasih atas inputnya :) , H3D87)

[3]y3dips (echo staff)

Hacking adalah bagaimana memberikan”nutrisi”yang lebihkepada otakmu,

bagaimana asyiknya mejalankan semua kemungkinan untuk dapatkepastian

hacking adalah memacu batas-batas kemampuan untuk temukan kepuasan;

temukan ; temukan dan temukan.

hacking bukan kejahatan; tetapi seni untuk “hidup” di dunia maya

[4] Anda sendiri … (temukan)

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya anda meresapi makna dari

Hacking dalam hidup anda. Setiap manusia punya pola pikir dan

pemahaman tersendiri, sudah saatnya bagi anda untuk mencari makna

Hacking, sesuai dengan hati nurani anda !!

Jangan lupa untuk mengirimkan makna Hacking anda kepada saya via

e-mail ke: h3d87@yahoo.com

[SANG HACKER]

Mari mulai melangkah …

‘I am a Hacker, enter my world.’

[The Conscience of Hacker, The Mentor]

Hacker didominasi oleh pria, dan sebagian besar remaja pria. Cukup

wajar -saya rasa- mengingat setiap pria punya impian dan punya

semangat untuk mewujudkannya. Hacker secara sosial, memiliki status

sosial menengah. Menengah dalam artian mereka cukup sejahtera dan

bisa memiliki komputer dan akses internet. Memang internet tidak

bisa lepas dari kehidupan Hacker. Di internet lah para Hacker

bertemu, berdiskusi dan saling berkelakar.

Secara psikologi dan naluriah Hacker memiliki banyak persamaan.

Setiap Hacker pada dasarnya anti otoritas. Dimana otoritas yang

sewenang-wenang akan membuat semua pemikiran baru dan ilmiah

dilecehkan. Otoritas juga yang membuat sistem dan tatanan kehidupan

begitu menjemukan. Kebebasan itu indah, tapi ingat kebebasan anda

adalah kebebasan orang lain juga. Bersiaplah untuk menarik diri jika

anda mulai merasa cukup egois.

Dalam kehidupan sosial Hacker biasanya tidak memiliki tempat.

Terlarut dalam kehidupan sosial akan membuat anda lengah -bahkan

malas-. Kehidupan sosial itu bukannya menjijikkan, hanya saja budaya

mainstream sekarang sangat keras. Saat manajemen mengalahkan teknik.

Setiap orang berlomba-lomba untuk menciptakan sebuah manajemen yang

ideal, tanpa pernah berpikir apakah sistem tersebut cukup ideal

untuk diterapkan secara teknik.

Kehidupan sosial juga banyak memberi dampak negatif.

Rasionalitas sekarang telah luntur. Setiap teori baru yang

diterapkan dalam kehidupan sosial ditolak dengan sangat skeptik. Dan

yang paling jelas, semakin sorang Hacker terjun kedalam kehidupan

sosial (non ilmiah) mereka sudah tidak punya waktu lagi untuk

membaca, belajar, dan mengembangkan teorinya.

Namun hal ini jangan dinilai dengan begitu ekstrim. Bagaimanapun

setiap manusia adalah makhluk sosial. Butuh orang lain ‘yang nyata’.

Dan bukanlah hal yang aneh jika seorang Hacker memiliki kehidupan

sosial yang baik, ikut dalam organisasi sosial masyarakat, memiliki

kekasih dan hidup normal di masyarakat. Hal ini malah sangat baik !

Secara fisik Hacker bisa dikenali dengan kegemaran membaca, tampil

eksentrik, dan memiliki pola pikir yang sedikit -bahkan banyak-

menyimpang.

Gemar membaca adalah syarat utama untuk menjadi seorang Hacker.

Dunia bisa dijelajahi melalui buku. Hacker biasanya tertarik dengan

bahasan berorientasi teknik, fiksi ilmiah juga manual-manual

komputer (biasa disebut RTFM, Read The Fuckin’ Manual).

Bacaan fiksi ilmiah secara tidak langsung akan

menginspirasikan kepada kita beberapa hal baru. Bacaan fiksi

ilmiah juga memberikan kita pencerahan kebebasan berfikir. Mulailah

berkhayal, mimpikan sesuatu, pelajari dan wujudkan! Percaya atau

tidak, tapi sebagian besar penemuan dekade ini merupakan impian pada

dekade-dekade sebelumnya.

Hacker dan ‘nyentrik’ sebenarnya tidak ada hubungan sama sekali.

Namun dengan kebebasan berfikir tadi, setiap Hacker menerapkan

sebuah konsep hidup dan gaya hidup yang unik, yang pasti dengan

‘begitu’ mereka merasa nyaman.

Kehidupan Hacker sewaktu remaja bisa dikatakan cukup sulit. Remaja

saat ini masih belum bisa memahami kehidupan seorang ‘geek’. Geek

sebagai labelisasi dari Hacker terkesan ‘glow in the dark’. Baik

fisik maupun psikologis mereka cukup berbeda dengan ‘anak-anak

populer’ di sekolah. Seperti ‘Peter Deutsch’ (salah satu Hacker

gelombang pertama), ‘anak’ ini tidak memiliki kemampuan apa-apa

dibidang olah raga, namun ‘master’ dalam matematika. Remaja

saat ini jauh lebih menghargai penampilah fisik dan kemampuan

dilapangan. Tidak seharusnya seseorang dihargai karna

‘kecantikannya’, karna dia adalah seorang ‘…..’, tapi dalam dunia

Hacker seseorang dihargai dari apa yang dilakukan dan apa yang

dipikirkannya.

Banyak diantara Hacker yang bosan dengan formalitas dan tuntutan

sosial. Bahkan diantara mereka, mencoba mendobrak tuntutan sosial

tersebut.

Sebagai contoh, sekolah. Hacker-hacker muda biasanya benci sekolah.

Sekolah sering diibaratkan sebagai ‘Makanan Bayi’. Ketika Hacker

tumbuh dewasa dan rasa ingin tahunya tak terpuaskan dengan sekolah,

mereka belajar dari dunia. Belajar dengan mengamati, yang disebut

sebagai visual learning. Sekolah terkadang -hampir pasti- tidak

memberikan jawaban terhadap rasa ingin tahu seorang Hacker. Salah

satu alasan mengapa mereka membenci sekolah.

Satu-satunya cara untuk mengenal dunia adalah dengan mengamatinya.

Kita harus belajar dari dunia. Perhatikan dunia, cari pola dan

kesamaannya maka kita akan dapat belajar banyak hal.

Sebagai contoh:

Kita belajar hukum kelembaman di sekolah. Dimana sebuah benda

cenderung untuk mempertahankan posisinya untuk tetap diam atau

bergerak melalui garis lurus.

Coba kita hubungkan dengan kehidupan. Anda pasti pernah untuk

mencoba bersantai sejenak dihari libur. Hari pertama anda habiskan

untuk bermain Play Station (tidak belajar). Hari ke 2 anda habiskan

untuk mencoba 8 game terbaru yang anda download beserta crackz nya

(tanpa belajar). Begitu juga hari selanjutnya anda habiskan dengan

bermain tanpa belajar, hingga liburan usai. Dan ketika anda memulai

untuk kembali belajar, anda akan mendapat kesulitan dan bahkan

terkadang anda harus memulai dari awal (scratch) lagi. Saat inilah

‘kelembaman’ terjadi pada diri anda. Diri anda cenderung untuk

mempertahankan posisi untuk tetap bermain dan tanpa anda sadari anda

yang telah berada 2 satuan disebelah kanan titik keseimbangan (2

poin kebaikan), ternyata sekarang berada 2 satuan sebelah kiri titik

keseimbangan (2 poin keburukan). Anda telah bergeser 4 langkah

kebelakang dari posisi awal. Maka untuk mencapai nilai yang lebih

tinggi dari posisi awal tadi, anda harus mengeluarkan energi

sebesar:

2 (sampai titik keseimbangan) + 2 (posisi awal anda) + n (posisi

yang hendak anda raih).

Semua hal dalam hidup ini saling berhubungan. Pelajarilah !!

“Pelajarilah semesta ini. Jangan merasa kecewa jika dunia tidak

mengenal anda, tapi kecewalah jika anda tidak mengenal dunia”

[Kong Fu Tse]

[IDENTIFIKASI HACKER]

Menurut Marc Rogers, Hacker dapat di-identifikasi atas:

[1]. Old School Hackers

Kelompok tertua sekaligus pionir dari mitologi Hacker.

Mereka adalah sekelompok anak muda ‘Techno Nerd’ yang

berasal dari MIT atau Stanford University. Mereka begitu

menikmati pemprograman dan analisa sistem tanpa tertarik

kepada pengerusakan sistem dan pencurian data.

[2]. Script Kiddies atau Cyber Punks

Kelompok ini biasanya lebih muda. Mereka berusia 12-30 tahun

dan kebanyakan masih berada dibangku sekolah. Bosan

terhadap sekolah, namun mereka mempunyai pengetahuan yang

luas tentang teknologi. Mereka mengambil script/eksploits

lalu menggunakannya untuk menghancurkan sistem sebanyak

mungkin yang dapat dilakukannya.

[3]. Profesional kriminal atau CRACKERS

Kelompok ini memiliki kemampuan komputer yang sangat

tinggi, namun memiliki sifat naluri pengerusakan yang besar.

Mereka biasanya dibayar oleh sebuah perusahaan untuk

menjatuhkan lawan bisnisnya.

[4]. Coder/Virus Writer

Bakat alamiah seorang programmer. Mereka mampu melakukan

Coding setiap hari, serta menemukan kelemahannya. Mereka

tertarik dengan sebuah kehidupan artifisial. Membuat sesuatu

yang ‘hidup’ dalam komputer. Mencobanya dalam sebuah

laboratorium virus komputer yang disebut ‘ZOO’, lalu

melepaskannya di dunia liar (baca: Internet)

[HACKER VS CRACKER]

Di sisi lain dunia Hacker. Terdapat pula sekumpulan ahli komputer

bawah tanah, ‘Techno Junkies’, atau yang lebih dikenal sebagai

CRACKER.

Cracker adalah sisi gelap dari Hacker. Mereka mengggunakan

kemampuan mereka untuk mendapatkan akses ke dalam komputer/data

bank dan data-data rahasia. Pada dasarnya mereka adalah orang-orang

pintar, kepandaian mereka dalam ilmu komputer menyamai -bahkan

lebih- dari Hacker, namun sayang ilmu mereka dimanfaatkan untuk hal

yang tidak berguna.

Dari sini bisa kita tarik kesimpulan bahwa, ada jurang pemisah

antara Hacker dengan Cracker. Keduanya adalah relevan tapi tidak

sama. Keduanya tetaplah aktifis elektronik, namun berjalan di jalan

yang berbeda.

Bagi Hacker, mereka biasanya sedikit enggan untuk berhubungan dengan

Cracker. Cracker sudah seharusnya keluar dari ‘Play Pen’ (box tempat

bayi bermain) dan mulai untuk menanggapi komputer secara serius

bukan sekedar bermain (baca: bereksperimen)

[PANGGUNG PERHACKINGAN]

Jika kita melangkah lebih dalam, mengenal dan bukan hanya

mengetahui, kita akan menemui sebuah sub-kultural dalam dunia

Hacking. Secara elektronis, Hacker-Hacker seluruh dunia berhubungan

baik itu melalui IRC, Messengger dan E-mail. Dan dalam menjalin

hubungan yang baik antar sesama Hacker dibentuklah sebuah aturan

main/kode etik.

[KODE ETIK HACKER]

[1]. Akses ke komputer atau apapun yang dapat mengajari

anda bagaimana dunia bekerja haruslah tidak terbatas.

Selalu acungkan jari tengah dalam setiap bentuk

imprelialisme dan pengekangan.

[2]. Semua informasi haruslah gratis (bebas)

[3]. Jangan pernah percaya kepada OTORITAS.

[4]. Hackers -dan siapa-pun- haruslah dihargai dengan

kemampuan Hackingnya, bukan dikarenakan bogus kriteria,

seperti tingkatan, umur, dan posisi.

[5]. Kita dapat membuat keindahan dengan komputer.

[6]. Komputer dapat membuat hidup kita menjadi lebih baik.

[7]. Seperti lampu ‘Aladdin’, kita dapat membuat apapun

berada dalam genggaman.

Setiap Hacker sejati haruslah selalu menjalankan kode etik, walaupun

tidak ada keharusan dalam menjalankannya. Namun dalam dunia

itelektual, melanggar kode etik adalah suatu hal yang sangat

memalukan. Ingatlah, Hacker memiliki ingatan yang baik, sekali saja

anda melanggar kode etik, maka untuk kembali dan berinteraksi dengan

komunitas dibutuhkan waktu yang sangat lama.

Berkembangnya komputer mini dengan harga yang semakin terjangkau

membuat komunitas elektronik ini meluas.

Pada saat itu (1980-han), adalah suatu kebanggaan untuk menggunakan

komputer bagi remaja. Sebagian dari mereka hanya mempergunakan

komputer untuk bermain game. Namun sebagian diantara mereka tumbuh

menjadi Hacker sejati melalui seleksi alam.

Saat modem menjadi sebuah kebutuhan, dan BBS (Bulletin Board System)

tersebar dimana-mana. Sudah saatnya untuk mengintip keluar. Dunia

virtual begitu luas. Dan komunitas kembali terbentuk.

Dalam jangkauan yang lebih luas lagi terminologi Hacker ‘baru’

terbentuk. Mereka kebanyakan remaja, memili kemampuan komputer yang

tinggi, dan selalu tertarik untuk mencoba hal-hal baru.

Satu-persatu komunitas kecil terbentuk, mereka tidak hanya

berhubungan melalui BBS (baca: Mail Box), namun pertemuan-pertemuan

‘nyata’ mulai dilakukan. Dan untuk menegaskan eksistensi mereka,

dikenallah sebuah Manifesto atau lebih dikenal sebagai ‘THE

CONSCIENCE OF HACKER’. Pertama sekali dirilis dalam majalah

elektronik (e-zine) Phreak-Hack (PHRACK), yang ditulis oleh ‘The

Mentor’

[THE CONSCIENCE OF HACKER]

Ini adalah dunia kami sekarang

Dunia-nya elektron dan switch

dan keindahan sebuah baud.

Kami ada tanpa paham kebangsaan, perbedaan warna kulit, atau

prasangka keagamaan.

Anda memproklamirkan perang, membunuh, dan berlaku curang,

dan membohongi kami serta meyakinkan bahwa ini adalah untuk

kebaikan kami, namun tetap saja kami disebut kriminal.

Ya … saya adalah seorang kriminal.

Kejahatan saya adalah rasa ingin tahu.

Kejahatan saya adalah LEBIH PINTAR dari kalian, sesuatu yang

tidak pernah kalian harapkan.

Saya adalah seorang HACKER, dan ini adalah MANIFESTO-ku

Kalian bisa menghentikan saya, tapi tidak akan pernah dapat

menghentikan kami semua. …

[The Mentor, Phrack issue 0x07]

[KOMUNITAS CYBER]

Seperti halnya kehidupan nyata, masyarakat cyber juga

membentuk-komunitas berdasarkan mood dan persamaan ide. Beberapa

diantaranya berdasarkan daerah/region. Komunitas Hacker tumbuh

seirama dengan komunitas cyber lainnya. Sebagai sebuah komunitas,

komunitas Hacker terdiri atas ‘tetua’ beserta anggota-anggota nya.

Kmunitas Hacker, biasanya tidak memiliki pemimpin dan tidak begitu

menghargai pemimpin. Mereka percaya semua bentuk ‘penguasaan’

tidaklah baik. Namun dari pada itu, komunitas Hacker mengenal tetua,

‘kepala suku’, atau seseorang yang ditinggikan setingkat namun tidak

dianggap pemimpin.

Pada dasarnya, tidak baik memiliki penguasa (jika pemimpin

diartikan begitu). Dan Hacker tidak percaya dengan penguasa, dimana

setiap individu menjadi penguasa atas dirinya sendiri.

Dalam komunitas,tidak mungkin kita hidup tanpa peraturan, juga tanpa

pemimpin, Hacker juga menyadari itu. Untuk itulah ‘tetua’ atau

‘kepala suku’, ‘elite’, atau ‘DEMIGOD’. Mereka ditinggikan dan

didengar pendapatnya (untuk kemajuan bersama), namun tidak seperti

pemimpin didunia nyata, para tetua tidak sepantasnya dihormati

secara berlebihan. Mereka dihargai karena reputasinya, dedikasinya

bukan karena ia adalah seorang tetua.

Hacker berkumpul dan berkomunikasi secara elektronis melalui media

Mailing List, atau diskusi IRC. Namun tidak jarang komunitas Hacker

sejati dikotori oleh para LAMER (Istilah untuk orang yang tidak

memiliki kemampuan Hacking, terlalu sombong dan membanggakan dirinya

melalui IRC channel).

Komunitas pada saat sekarang ini sudah sangat buruk. Menurut seorang

rekan dari USA yang saya hubungi mengutarakan “Hacking Scene is just

bunch of small penis loosers”. Ya, ada benarnya. Jika kita melihat

realita sekarang ini ‘Para Hacker’ hanyalah sekelompok anak sekolah

yang pandai mengunakan script, tanpa mau tahu bagaimana script itu

bekerja. Memang mereka adalah bagian dari komunitas, namun jika

mereka tidak mau belajar, mereka tidak akan lebih hebat dari ‘Small

Penis Loosers’.

Lain dari pada itu, masih tersisa sekelompok anak muda serius

yang secara bertahap belajar dan meningkatkan kemampuan mereka,

hingga menjadi Hacker Sejati.

Main stream dunia hacker itu sekarang telah jauh berubah, mereka

mulai menghancurkan infrastruktur yang telah dirintis oleh

pendahulunya. Dan yang lebih menyedihkan lagi, mereka itu tidak

mau belajar dan menjadi pintar, sehingga selamanya menjadi orang

bodoh.

Saya yakin anda tidak ingin menjadi seperti itu !!

[INGIN MENJADI HACKER]

Untuk menjadi Hacker, yang diperlukan pertama sekali adalah

keinginan. Karena yang jadi pertanyaan bukanlah ‘Apakah saya akan

menjadi seorang Hacker ?’, tetapi ‘Apakah saya ingin menjadi seorang

Hacker ?’. Jika anda telah memiliki keinginan, maka anda telah

memiliki sebuah modal dasar sebagai pijakan anda anda dalam

melangkah.

Segala sesuatu pasti dimulai dari impian, dan sudah pasti jika anda

memiliki impian, anda akan mencoba untuk merealisasikannya. Intinya,

sebelum melangkah yakinkan kalau anda telah miliki keinginan.

[*] Pelajari bahasa pemprograman.

Hal pertama yang harus anda pelajari adalah bahasa pemprograman.

Saat ini di dalam distribusi sistem operasi Linux, terdapat beragam

tool-tool berguna yang akan menunjang anda untuk belajar memprogram.

Untuk mendapatkan Linux saat ini sudah sangat mudah, anda bisa

membelinya secara online (www.gudanglinux.or.id), mendapatkan

Copy-an CD nya dari teman. Atau jika anda mempunyai akses internet

yang baik, anda bisa langsung mendownload distribusi linux situs

resmi-nya, atau melalui www.linuxiso.com.

Menurut Eric S. Raymond, bahasa pemprograman yang baik untuk anda

pelajari pertama sekali adalah ‘Python’.

“Desain-nya bersih, terdokumentasi dengan baik dan cukup mudah bagi

pemula”

[ERIC S. RAYMOND]

[PYTHON]

$ python

Python 2.1.1 (#2, Sep 26 2001, 09:32:53)

[GCC 2.95.3-5 (cygwin special)] on cygwin

Type “copyright”, “credits” or “license” for more information.

>>>

>>> print “Hello world \n”

Hello world

>>>

[PYTHON EOF]

Setelah python, anda bisa melanjutkan dengan ‘JAVA’. Java sangat

populer, dikarenakan ‘bytecode’ hasil kompilasinya bersifat ‘Machine

Independent’ yang tidak bergantung kepada mesin atau jenis

prosessor, namun bergantung kepada ‘Runtime Environment-nya’. Namun

dibalik keunggulannya, ‘rakus’ memory adalah salah satu kelemahan

Java.

Pada akhirnya, jika anda ingin serius terhadap pemprograman, mau

tidak mau anda akan berhadapan dengan C. Bahasa yang digunakan untuk

menulis sistem operasi Unix dan Linux (juga sistem operasi lainnya).

Assembly juga bahasa yang penting. Dimana jika anda menguasai

assembly anda akan mulai merasakan ‘jiwa sebuah mesin’. Anda akan

belajar memprogram sesuatu dari dasar, memprogram tiap bagian,

sehingga anda akan memahami ‘Bagaimana Ia Bekerja !’

Buku atau Kursus saja tidak akan cukup untuk menjadikan anda

programmer yang handal. Memprogram harus dilakukan seperti

mempergunakan bahasa sehari-hari. Yang harus anda lakukan adalah

membaca kode dan menulis kode.

Cobalah untuk membaca kode (software opensource) orang lain.

Pelajari pola pikir dan teknik pemecahan masalah-nya. Dan coba

temukan cara yang lebih baik.

[*] Pelajari dan kembangkan salah satu Unix OpenSource.

Mengapa Linux/Unix OpenSource begitu penting ? Ini semua tidak lepas

dari semangat OpenSource itu sediri. Dengan mempelajari kode-kode

yang dirilis bebas dalam sistem operasi OpenSource, kita dapat

mempelajari pola pikir seorang programmer/Hacker, kita dapat

menemukan cara mereka dalam meyelesaikan masalah dan mencoba mencari

metoda penyelesaian masalah yang lebih baik dari apa yang mereka

lakukan. OpenSource juga membantu kita dalam membangun sebuah

aplikasi, sehingga kita tidak perlu direpotkan dengan ‘research’.

Mereka telah melakukan-nya untuk kita, dan kita bisa memanfaatkan

waktu yang tersisa untuk hal yang lebih spesifik.

“Saya bisa berpandangan jauh, karena saya berdiri di pundak

orang-orang jenius terdahulu .. “

[Sir Isaac Newton]

[*] Pelajari hal-hal baru.

Banyak hal-hal baru muncul, dan setiap hal (apapun) akan memberikan

kita pelajaran berarti untuk hidup dan hidup adalah HACKING.

Hindarilah untuk bersikap skeptis dan mulailah untuk berpikiran

terbuka. Hal-hal baru -terlebih-lebih yang begitu radikal-, banyak

di tentang oleh sebagian orang skeptis, namun sebuah pemikiran

terbuka akan memberikan alur yang baik dalam memperolah ilmu.

Ilmu ada dimana-mana. Bahkan dalam suatu yang dianggap kotor.

Sebagai contoh, coba anda bandingkan ‘kotoran’ sapi (hewan

herbivora) dengan ‘kotoran’ kucing (hewan karnivora). Dapat kita

lihat kalau kotoran sapi ‘lebih menggunung’ dari pada kotoran

kucing, dan tidak terlepas dari itu, secara umum dapat kita tarik

kesimpulan, bahwa hewan herbivora (pemakan tanaman) lebih banyak

dari pada hewan karnivora (pemakan daging). Penyebab yang paling

relevan untuk hal ini adalah faktor ‘makanan’. Tumbuhan yang

dikonsumsi oleh hewan herbivora (dalam contoh ini sapi) mengandung

‘selulose’ atau serat lebih sulit dicerna, sehingga lebih banyak

meninggalkan zat sisa. Hal ini tidak berlaku pada hewan karnivora

(dalam contoh ini kucing). Daging lebih mudah dicerna, sehingga

hanya meninggalkan sedikit zat sisa.

Dengan sedikit imajinasi kotor, coba bayangkan hal-hal yang lebih

kotor lagi untuk dianalisa dan diambil pelajarannya.

Dalam lingkup komputer, pelajarilah semua hal-hal baru. Anda bisa

menemukan banyak hal baru melalui artikel, journal, atau

berita-berita ‘nerd’ di ‘slashdot’.

[*] Selalu gunakan logika.

Berpikir dengan logika sangat diperlukan dalam Hacking. Dalam

Hacking anda akan berhadapan dengan berbagai keadaan untuk dianalisa

dan dipecahkan secara logika.

Logika akan sangat membantu anda untuk menghidupkan kembali

rasionalitas yang hilang dan berpikir membantu anda untuk hidup dan

tetap hidup.

[*] Ikuti perkembangan teknologi dan informasi.

Teknologi Informasi berkembang sangat cepat. Sebuah bahasa

pemprograman yang kita pelajari hari ini bisa cepat berganti dengan

bahasa atau visual programming baru yang lebih mudah -baca

memudahkan, alih-alih membodohkan-. Semua itu berganti seiring

berlalunya waktu dan ketika kita tersadar kita sudah jauh

ketinggalan.

Ada baiknya anda selalu membaca, atau minimal mendapatkan ‘digest’

dari ilmu-ilmu/info terbaru. Anda juga bisa mendapatkan informasi

dari Mailing List dan NewsGroup.

Dengan selalu up-to-date, anda akan selalu dekat dengan informasi.

[*] Ketahui hal-hal yang belum diketahui.

Dalam apapun didunia ini, kita harus bercermin. Buang semua

prasangka dan nilai-nilai. Buang anggapan sepihak kalau ‘saya adalah

seorang wizard’. Duduklah sejenak dan mulai berpikir.

Apa yang saya ketahui ?

Apa yang belum saya ketahui ?

Inginkah saya mengetahuinya ?

Jika ya …

Apa yang harus saya lakukan ?

Tentu saja belajar !

Mengapa hal ini begitu sulit ?

Karna anda belum memiliki pegangan yang kokoh !

Apa yang harus saya lakukan ?

Ketahui apa yang belum anda ketahui !!!!

Untuk dapat memahami komputer anda akan menemukan sesuatu yang

saling berhubungan. Untuk memahami satu hal anda harus memahami dulu

beberapa hal yang lain.

Untuk bisa memahami cara kerja NMAP (Os Fingger Print, yang

memanfaatkan urutan stack TCP/IP sebagai identifier) anda harus

memahami dulu konsep pemprograman Bahasa C, anda juga harus memahami

‘pointer’, dan konsep pointer erat kaitannya dengan ‘stack’,

sebaiknya anda juga memiliki pemahaman stack yang baik !

Anda juga akan disibukkan dengan belajar konsep TCP/IP. Anda juga

harus tahu dulu ‘dimana bisa mendapatkan info tentang TCP/IP’.

Dengan begini, tariklah kesimpulan untuk mengenal segala sesuatu dan

memahami serta mencari jawaban terhadap hal-hal yang tidak kita

ketahui !

[*] Terus Belajar.

Yang paling penting dari semua hal diatas adalah selalu belajar.

Tanpa belajar anda tidak akan mendapatkan apa-apa. Jangan pernah

beranggapan jika ‘telah’ menjadi Hacker anda akan berhenti belajar,

malah sebaliknya anda akan mulai belajar kembali untuk menjadi

seorang Hacker yang berdedikasi.

Terus belajar, dan ingatlah ketika anda berhenti sejenak dan

mengenang kembali anda telah menjadi seorang Hacker yang

tangguh!.

[*] Mengabdi kepada budaya Hacker

Setelah semuanya selesai dan anda sedang beristirahat setelah

aktifitas Hacking 37 Jam yang melelahkan. Coba ingat kembali.

Siapa yang memperkenalkan anda kepada komputer ?

Siapa yang membimbing anda mempelajarinya ?

Siapa yang dengan setia menemani anda mengejar informasi ?

Siapa yang pertama sekali mengenalkan anda dengan HACKING ?

Mengajari anda teknik-teknik Hacking Dasar ?

Mengajari anda tentang bersikap dan berfikir layaknya HACKER ?

Siapa yang membuat sistem operasi Hacker, Linux ?

Siapa yang mengembangkannya ?

Siapa yang membuatnya begitu mudah untuk dioperasikan dengan

tampilan yang begitu cantik ?

Siapa yang telah membuat anda HADIR didunia ini ?

Bahagiakan mereka …..

Jika anda berpikir cara terbaik untuk membahagiakan mereka adalah

dengan membayar mereka dengan uang, anda SALAH BESAR. Jika yang anda

lakukan adalah mengucapkan ribuan terima kasih kepada mereka, juga

SALAH.

Cukup lakukan apa yang telah mereka lakukan. Jika anda merasa

terbantu dengan dokumen ini, buat sebuah dokumen baru, buat yang

lebih baik dan berbagilah dengan sesama !

Dengan melakukan hal-hal kecil yang terbaik yang bisa anda lakukan,

berarti anda telah mengabdi kepada budaya Hacker itu.

Dan ketika pagi datang, dan mentari memancarkan cahayanya. SUDAH

WAKTUNYA UNTUK KELUAR, DAN MENGENAL DUNIA.

28 SEPTEMBER 2003

H3D87 a.k.a MOBY

Untuk eCHo staff: Y3DIPS, THE_DAY2000, COMEX

Untuk Rizka, Terima kasih atas semua dukungannya :) ,

Terima kasih malaikat ku !!

Terima kasih kepada sahabat-sahabatku (yang tak pernah kutahu siapa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.